pembelajaran coding dan ai di smp labschool jakarta

 

Pembelajaran Coding dan AI di SMP Labschool Jakarta

Di era digital yang semakin maju, kemampuan teknologi seperti coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi keterampilan penting yang harus dikuasai oleh generasi muda. Menyadari hal ini, SMP Labschool Jakarta telah mengimplementasikan pembelajaran coding dan AI dalam kurikulumnya sejak tingkat SMP, dengan tujuan membekali siswa dengan keterampilan abad 21 sekaligus membentuk karakter dan pola pikir kritis sejak dini.

Inovasi Pendidikan di SMP Labschool Jakarta

SMP Labschool Jakarta merupakan salah satu pelopor sekolah yang mengintegrasikan teknologi dan pendidikan secara serius. Melalui pembelajaran coding dan AI, sekolah ini berusaha mempersiapkan siswa tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai pencipta dan inovator masa depan.

Pendekatan yang digunakan oleh SMP Labschool bukan hanya sebatas pengajaran teori, melainkan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang menuntut siswa berkolaborasi, berkreasi, dan memecahkan masalah secara nyata. Misalnya, siswa belajar membuat program sederhana, memanfaatkan Minecraft Education untuk mengembangkan keterampilan coding, dan memahami konsep AI melalui proyek-proyek praktis.

Hal ini bukan sekadar membekali siswa dengan kemampuan teknis, melainkan juga mengasah soft skills seperti kerja sama tim, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan berpikir kritis—keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja masa depan.


Komentar dari Kepala Sekolah: Ibu Dr. Yati Suwartini, M.Pd

Ibu Dr. Yati Suwartini, M.Pd, Kepala SMP Labschool Jakarta, menegaskan bahwa pembelajaran coding dan AI bukan hanya pengenalan teknologi, tetapi bagian dari strategi pembentukan karakter dan kompetensi siswa.

“Kita arahkan di mana teknologi ini untuk melatih anak berpikir kritis, bahkan di sini kolaborasi. Karena, ketika dia ada project yang kami kuatkan, dengan project-based itu, kita kuatkan di kolaborasi dan kemandiriannya, sekaligus juga dia di sini ada tahap di mana dia bisa meng-create atau membuat sesuatu berdasarkan pembelajaran AI dan coding yang sudah mereka lakukan.”

Menurut Ibu Yati, pembelajaran berbasis proyek mengasah siswa untuk menjadi pribadi mandiri sekaligus mampu bekerja sama dalam tim. Hal ini memperkuat karakter dan kompetensi mereka untuk siap bersaing di tingkat nasional bahkan global.

Peran Guru dan Mentor

Selain kepala sekolah, peran guru dan mentor dalam program ini sangat vital. Salah satunya adalah Omjay, guru sekaligus blogger Indonesia yang dikenal aktif membagikan pengalaman dan pemikirannya tentang pendidikan.


Omjay menekankan bahwa:

“Belajar coding dan AI adalah investasi terbaik untuk masa depan. Mulailah dari sekarang.
Belajar coding bukan hanya soal menulis perintah komputer. Ini tentang belajar berpikir... belajar menjadi manusia yang lebih baik.”

Menurut Omjay, guru harus terus belajar dan beradaptasi agar bisa memfasilitasi siswa dalam suasana belajar yang menyenangkan dan penuh semangat. “Guru harus mau belajar, siswa harus terus penasaran, dan sekolah harus menjadi ruang yang menyenangkan bagi semua,” ujarnya.

Mentor seperti Kakak Ayu juga memberikan dampak besar terhadap semangat belajar siswa.

“Melihat semangat siswa belajar coding dan AI sangat menginspirasi. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi langsung mempraktikkan dengan cara yang menyenangkan dan kreatif.
Peran kami sebagai pendamping adalah memastikan mereka tetap termotivasi, berani mencoba hal baru, dan tidak takut gagal dalam proses belajar.
Dengan pendekatan seperti ini, saya yakin mereka akan siap menghadapi tantangan masa depan dan menjadi generasi inovator.”

Hal senada juga disampaikan


 

oleh Bapak Erwin Marwiansyah yang menambahkan bahwa pendekatan interaktif dan berbasis proyek membuat siswa dapat mengaplikasikan ilmu secara nyata.

Dukungan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

SMP Labschool Jakarta juga mendapat dukungan dari berbagai pembimbing dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yang berperan sebagai mitra strategis dalam mendukung program pembelajaran coding dan AI.


Beberapa komentar dari kakak pembimbing UNJ antara lain:

  •  Varden yehezkiel:
    “Pendekatan berbasis proyek dan kolaborasi ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini. Siswa tidak hanya mendapat pengetahuan teknis, tetapi juga keterampilan sosial seperti teamwork dan problem solving.”
  • Rubiq Rachul Chaeriman:
    “Pembelajaran coding dan AI di SMP Labschool Jakarta menunjukkan bagaimana inovasi pendidikan dapat dilakukan dengan baik sejak dini. Siswa diberi kesempatan belajar langsung dan praktis, sehingga pemahaman mereka tentang teknologi semakin kuat.”
  • Bambang Setiawan Mauludin:
    “Integrasi pembelajaran coding dan AI adalah langkah strategis yang sangat tepat di era Revolusi Industri 4.0. Kolaborasi antara SMP Labschool dan UNJ menjadi contoh sinergi yang bagus dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.”
  • Ayu Parnida Sinaga:
    “Siswa tidak hanya diajarkan konsep dasar, tetapi juga dilatih mengembangkan kreativitas dan problem solving melalui berbagai proyek praktis. Kerjasama SMP Labschool dan UNJ memberikan dukungan yang kuat dalam membangun fondasi pendidikan teknologi yang berkelanjutan.”
  • Divia Ramadhani Najwa:
    “Siswa didorong mengeksplorasi kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Kerja sama yang erat antara SMP Labschool dan UNJ mendukung terciptanya program pembelajaran berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.”

Dukungan dari UNJ memperlihatkan bagaimana sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi dapat memperkaya dan menguatkan program pembelajaran teknologi bagi siswa.

Suara Siswa: Perspektif Langsung dari Kelas 8F

Tidak lengkap rasanya tanpa mendengar langsung suara siswa yang menjadi peserta utama program ini. Berikut beberapa komentar dari siswa kelas 8F SMP Labschool Jakarta:


·         Prita Aisyah Anindita Wijayanti (Absen 26):
“Awalnya saya agak takut karena coding terdengar sulit, tapi dengan cara belajar yang seru seperti menggunakan Minecraft dan membuat proyek AI, saya jadi lebih paham dan semangat belajar. Coding dan AI ini bukan cuma tentang komputer, tapi juga cara berpikir kreatif dan memecahkan masalah yang bisa dipakai di kehidupan sehari-hari.”


  • Chissa Iqlima Meara (Absen 12):
    “Belajar coding dan AI awalnya bikin saya penasaran, karena kita belajar dengan cara yang seru dan berbeda dari pelajaran lain. Dengan Minecraft Education, saya bisa mencoba langsung membuat program dan memahami bagaimana AI bekerja. Ini bikin saya lebih percaya diri dan tertarik untuk terus belajar teknologi.”


  • Alyssa Kayla (Absen 3):
    “Saya senang sekali belajar coding dan AI karena materinya sangat menarik dan aplikatif. Dengan bimbingan guru yang sabar dan metode belajar yang interaktif, saya bisa membuat proyek-proyek seru, seperti membuat chatbot sederhana. Pelajaran ini membuat saya percaya diri bahwa saya juga bisa berkontribusi di dunia teknologi suatu hari nanti.”

Komentar-komentar ini menunjukkan bahwa pembelajaran coding dan AI di SMP Labschool Jakarta memberikan dampak positif tidak hanya pada kemampuan teknis siswa, tetapi juga pada rasa percaya diri dan kemampuan berpikir kreatif mereka.


Dukungan Pemerintah: Komentar dari Wapres Gibran Rakabuming Raka

Dalam kunjungan kerja ke SMP Labschool Jakarta, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan apresiasi atas inovasi pembelajaran coding dan AI sejak dini:

“Saya sangat bangga melihat siswa-siswi SMP Labschool sudah bisa coding dan mengenal AI sejak dini. Ini adalah langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi era digital dan teknologi yang semakin maju. Pendidikan seperti ini harus diperluas ke seluruh Indonesia agar semua anak bangsa punya kesempatan yang sama untuk menjadi pencipta teknologi, bukan hanya pengguna.”

Wapres juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan berbagai pihak agar pendidikan teknologi bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia dan memberikan kualitas yang merata.

Kesimpulan: Menyiapkan Generasi Pencipta Teknologi Berkarakter

Pembelajaran coding dan AI di SMP Labschool Jakarta bukan sekadar pengajaran teknologi, melainkan sebuah ekosistem pendidikan yang menggabungkan keterampilan teknis dan penguatan karakter. Dukungan dari kepala sekolah, guru, mentor, perguruan tinggi, dan pemerintah menunjukkan komitmen bersama dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya siap menghadapi tantangan era digital, tetapi juga mampu berinovasi dengan integritas dan kepemimpinan.

Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian, siswa SMP Labschool Jakarta dibimbing untuk menjadi pencipta teknologi yang handal dan berkarakter. Suara siswa yang antusias dan percaya diri menjadi bukti nyata keberhasilan program ini.

Ke depan, harapannya adalah program ini dapat menjadi model pembelajaran teknologi yang dapat diadopsi lebih luas di seluruh Indonesia, sehingga mencetak lebih banyak generasi muda yang mampu bersaing dan berkontribusi positif bagi bangsa dan dunia.

 


oleh Prita Aisyah Anindita Wijayanti

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

soal informatika kelas 8 Prita Aisyah Anindita Wijayanti

ARTIKEL BAB 1 Prita absen 26 kelas 8F